Ia Maksa Mau Datang ke "Pernikahan Mantan Istri". Siapa Sangka, Malamnya Mantan Istrinya Kirim "Pesan" yang Membuatnya Menangis Menyesal!

- Kamis, Mei 17, 2018
Dibalik pria sukses, pasti ada wanita yang selalu mendukungnya, Tapi, yang bisa berjalan bersama sampai akhir, hanya beberapa saja.
Kisah ini adalah tentang Arka dan orang sekelilingnya.
Arka adalah anak yang lahir dari keluarga miskin. Tidak ada mobil, tidak ada rumah bahkan tidak ada uang untuk menikah.
Tapi, walaupun begitu, ia memiliki seorang istri yang tidak peduli dengan keadaannya. Ia memberinya seorang anak dan merawat keluarganya dengan baik. Selain uang, bisa dibilang Arka adah laki-laki yang bahagia.
Namun, Arka ingin memberikan lingkungan hidup yang lebih baik untuk istrinya. Jadi, dia berusaha mengumpulkan uang untuk membuka sebuah pabrik. Istrinya tidak berkata apapun dan tetap pergi bekerja paruh waktu sambil membawa anaknya. Sedikit mengeluh pun tidak. Pabrik mereka adalah hasil kerja keras ia dan istrinya.
Setelah ada pabrik, keadaan ekonomi keluarga mereka semakin membaik. Dia sudah bukan Arka yang miskin itu lagi. Untuk bisa bersosialisasi dengan perusahaan lain, ia memperkerjakan seorang sekertaris muda dan cantik untuk ditaruh pada bagian resepsionis.
Istrinya yang tahu pun tidak berkata apapun. Dia tetap membantu mengurus rumah dan pabrik. Bahkan dia juga memperlakukan sekertaris itu seperti keluarganya sendiri.
Tapi, hal yang selalu tidak dapat diperoleh adalah yang paling indah. Arka dan sekertarisnya yang bernama Dewi setiap hari bertemu. Arka tidak bisa menahan dirinya untuk tidak jatuh ke pelukan Dewi. Orang-orang pabrik sangat bersimpati pada istri Arka tapi, mereka juga tidak berani memberitahukan soal hubungan Arka dan Dewi.
Tapi, kertas tidak bisa menahan api. Hubungan Arka dan Dewi akhirnya terdengar sampai ke telinga istrinya. Dia tahu dia sangat marah dan sedih, tapi dia bodoh, dia malah memilih memaafkan suaminya jika suaminya ingin kembali. Dia bahkan rela membiarkan Dewi terus menjadi sekertaris suaminya.
Arka sendiri telah dicuci otaknya oleh Dewi. Di mata Arka sudah tidak ada bayangan istrinya lagi, jadi dia memutuskan cerai dengan istrinya. Dan istrinya menerima diceraikan bahkan tidak minta harta pabrik sepeser pun. Dalam sunyi dia pergi meninggalkan Arka.
Masa indah tidak lama, pabrik mengalami kemundurannya. Pesanan pabrik Arka tidak sebagus sebelumnya. Akhirnya ia malah berhutang banyak. Dan pada saat ini Dewi malah pergi meninggalkannya untuk bekerja di tempat lain.
Pada saat ini juga Arka baru merasa bahwa orang yang benar-benar mencintainya adalah mantan istrinya. Yang Dewi suka darinya hanyalah uangnya. Tidak ada uang, Dewi pergi.
Jadi, Arka mulai panik mencari istrinya kembali. Dia ingin kembali ke orang yang mencintainya.
Terakhir dia menemukannya, tapi beserta sebuah undangan pernikahan. Akhirnya, ia memutuskan untuk datang ke undangan pernikahan mantan istrinya. Sesampainya disana, terlihat senyum manis mantan istrinya bersama suami barunya.
Arka masih tidak putus asa, ia masih berani menemui istrinya dan berkata, “tolong, aku masih mencintaimu, bisakah kamu kembali?” Mantan istrinya berkata dengan enteng, “beri aku nomor ponselmu, kita bicarakan nanti.”
Dengan penuh harapan Arka menunggu pesan dari mantan istrinya ketika dia pulang ke rumah.
“Ada kata-kata yang tidak bisa aku sampaikan tadi, jadi aku sampaikan disini. Sebenarnya aku dulu sangat mencintaimu juga, cinta sampai aku masih bersedia memaafkanmu setelah kamu berselingkuh dengannya. Aku tidak bisa menyalahkanmu berselingkuh dengan dia karena memang dia lebih muda dan cantik. Jadi, aku memutuskan untuk pergi, aku memilih pergi agar kamu bisa bahagia dengannya.”
“Bahkan karena aku tidak membawa uang pabrik sepeser pun, aku sendiri pergi bekerja demi menghidupi diri sendiri. Ketika aku sedang frustasi, aku bertemu suamiku yang sekarang. Dia sangat bersedia menerima aku apa adanya, aku yang tidak punya apapun sama sepertimu dulu.”
“Aku mencintaimu. Jadi aku harap kamu bisa hidup bahagia. Kalau kamu butuh bantuan, aku tetap bersedia membantu. Tapi, tolong doakan aku bahagia dengannya.”
Setelah membaca pesan itu sampai habis, Arka menangis. Dia menyadari yang baru saja lewatkan bukan seorang gadis, tapi kebahagiaan seumur hidup.
Jangan biarkan godaan sesaat itu menyakiti orang yang tulus mencintaimu. Dan ketika waktunya tiba, sudah terlambat untuk menyesalinya.
Advertisement
 

Start typing and press Enter to search