Terus Mencari Jalan Keluar Atasi Kendala Peningkatan Investasi dan Ekspor - Dari KANTOR STAF PRESIDEN

- Kamis, Februari 15, 2018

JAKARTA - Berulang kali Presiden Jokowi meminta peningkatan investasi dan ekspor Indonesia. Berulang kali pula Presiden Jokowi meminta sinergi kementerian dan lembaga untuk mendorong dan mencari jalan keluar bersama. “Indonesia itu ibarat manusia sehat, tetapi belum bisa berlari cepat,” kata Presiden Jokowi dalam suatu kesempatan.

Untuk menindaklanjuti perintah Presiden tersebut, Kantor Staf Presiden pekan lalu mengumpulkan berbagai pihak untuk membahas hambatan-hambatan dalam investasi dan ekspor. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko didampingi oleh Kepala BKPM Tom Lembong dan Deputi III Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu Ekonomi Strategis Denni Purbasari memimpin jalannya diskusi. Hadir dalam diskusi tersebut para pengamat, pelaku bisnis, dan konsultan usaha, di antaranya Raden Pardede (ekonom), Anton Supit (Ketua APINDO), Helianti Hilman (Javara), Insan Fathir (JETRO), Ay Tjhing Phan (Pricewaterhouse Coopers), Erwandi Hendarta (Hadiputranto Hadinoto & Partners).

aus3Tak hanya bertemu para pelaku usaha dan pengamat, Moeldoko juga menyinggung ihwal investasi ini dalam pertemuan dengan Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia Allaster Cox, 15 Februari 2018 di Jakarta. Dalam diskusi antara Cox dengan Moeldoko, keduanya bersepakat bahwa dalam hal perdagangan dan investasi, nilai 15 miliar US$ antara kedua negara masih sangat kurang dan perlu ditingkatkan.

Dalam pekan-pekan pertamanya sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko juga bertemu dengan beberapa pihak seperti OECD, Bank Dunia, Organisasi Kerja Sama Bisnis AS-ASEAN, dan menjajaki peluang ekspor dan investasi.

bis3Masih Ada Gap

Dalam diskusi dengan para pelaku bisnis 12 Februari di Kantor Staf Presiden Gedung Bina Graha, Jakarta, Moeldoko mengatakan bahwa masih terdapat gap atau kesenjangan antara kehendak Presiden dengan realitas pelaksanaan di lapangan terkait investasi dan ekspor.

Erwandi Hendarta yang sering melayani investor besar menyampaikan bahwa masalah pokok dalam investasi di Indonesia adalah kepastian hukum, baik itu kebijakan yang sering berubah, legal drafting yang multi-tafsir, dan penyelesaian sengketa di pengadilan yang rumit. Begitu juga soal Tenaga Kerja Asing (TKA). “TKA kadang dibutuhkan segera untuk mereparasi mesin pabrik yang rusak. Namun karena prosedur yang lama, akhirnya pabrik harus berhenti beroperasi selama beberapa minggu,” keluhnya.

Sementara Ay Tjhing Phan menjelaskan, calon investor pasti akan berhitung rate of return dari investasi mereka di Indonesia—dibandingkan di negara lain. Ketika melihat sisi ongkos, investor melihat beda PPh individu/badan dan PPN Indonesia dengan negara tetangga. Restitusi pajak dan proses keberatan, banding, hingga keluarnya surat ketetapan sangat lama sehingga tax cycle menjadi panjang. “Padahal pajak sebenarnya bisa dipakai sebagai insentif agar Indonesia menjadi regional hub untuk produk/jasa tertentu dan menarik talents global yang di dalam negeri jarang,”ujar Phan.

Dari sisi tujuan investasi, Indonesia kini juga bukan lagi menjadi negara tujuan investasi utama bagi Jepang. Insan Fathir, yang banyak memberikan nasihat pada investor Jepang, mengatakan, bahwa keuntungan PMA Jepang di Indonesia berbeda sebelum dan sesudah tahun 2005. “Dulu Indonesia adalah tujuan FDI perusahaan Jepang nomor 1, namun sekarang nomor 5. Banyak investor Jepang ingin masuk, namun batal. Selain isu pajak, TKA, dan kepastian hukum, investor Jepang juga menilai demonstrasi buruh dan persyaratan nilai investasi minimal Rp10 miliar di luar tanah dan bangunan memberatkan bagi UMKM Jepang—dibandingkan Vietnam yang hanya Rp600 juta,”terangnya.

jkw2Sementara itu, Helianti Hilman dan Anton Supit yang mewakili pengusaha mengeluhkan ekonomi biaya tinggi di semua lini. Mulai dari impor mesin/bahan baku/kemasan, TKA, infrastruktur/logistik untuk mendatangkan dan mengolah bahan baku dari pulau-pulau, sertifikasi produk, asuransi untuk volume pengiriman kecil, market infrastructure seperti agregasi warehouse, surat keterangan ekspor, dukungan pameran dan branding produk, hingga penanganan keluhan. “Padahal untuk ekspor, harus punya daya saing. Untuk berdaya saing, butuh efisiensi dan produktivitas. Komando dan penyelaras kerja menteri-menteri perlu ada untuk menaikkan investasi dan ekspor,” kata Anton.

Raden Pardede yang juga ekonom senior menambahkan, “Setiap rupiah uang yang diinvestasikan di Indonesia, kini tidak lagi banyak menghasilkan output akibat inefisiensi.” Ia menyoroti kualitas birokrasi pusat-daerah sebagai salah satu penyebab. Raden juga mengamati kecenderungan ekonomi Indonesia semakin tertutup atau anti impor/TKA/FDI. Padahal China menerima FDI yang sangat besar, impornya banyak, namun ekspornya lebih banyak lagi. Investasi di China mencapai 45% GDP sedangkan Indonesia hanya 32%. Peran BUMN juga perlu dilihat kembali.

Respons BPKM

Setelah mendengarkan dari semua pihak, Kepala BKPM mencatat ada beberapa hal yang bisa diperbaiki dalam jangka pendek dan mendukung reformasi birokrasi. “Personnel is policy,” kutip Tom Lembong.

Sedangkan Moeldoko menarik kesimpulan bahwa masalahnya kompleks, eksekusi di lapangan menjadi kunci. “Comparative study dan benchmarking kebijakan/insetif pajak dengan negara-negara pesaing Indonesia perlu supaya Indonesia bisa tetap kompetitif di mata investor,” kata Moeldoko.

Untuk mencari dan mengurai benang kusut tersebut, “Kantor Staf Presiden akan terus mencari jalan keluar bersama, sehingga apa yang menjadi perintah Presiden dapat direalisasikan, setidak-tidaknya gap yang masih ada dapat dikurangi. Kami akan terus memonitor, mengevaluasi, dan memanggil, mengundang, pihak-pihak, dalam rangka mencari jalan keluar itu,” tegas Moeldoko.



from Kantor Staf Presiden http://ift.tt/2C1NonC
PRESIDEN JOKOWI - JOKOWI PRESIDENKU #JOKOWIPRESIDENKU #JOKOWIPRESIDENKU - Pilpres 2019 Siap Coblos Jokowi - Indonesia Hebat Ditangan Presiden Jokowi - Indonesia Maju Ditangan Jokowi - Jokowi Dua Periode - Gema Presiden - Info Presiden Jokowi - Ramalan Jayabaya Presiden Jokowi Dan Ahok Akan Pimpin Indonesia ?? - Siap Siap Hadapi Pilpres Jokowi Pengatur Strategi - Relawan Jokowi Siap Gaungkan Nama Presiden - Presiden Jokowi Sampai Pelosok !! - Presiden Hebat Jokowi - Presiden Jokowi Super - Presiden Jokowi For R1 - Jokowi Presidenku - Mengapa Pilih Jokowi - Jokowi Saja - Presiden Hebat Indonesia Presiden Ke 7 Indonesia Siap 2 Periode - Ditangan Jokowi Indonesia Hebat - Siapkah Kamu Pilih Jokowi ?? Mengapa Pilih Presiden Jokowi - KERJA KERJA KERJA - Indonesia KERJA BERSAMA - 2019 Pilih  Jokowi Saja - Jokowi Bawa Indonesia MEROKET - MEROKET Bersama Jokowi !!. Rakyat Pilih Jokowi - JOKOWI YES YANG LAIN NO - 2019 Jokowi Menang Lagi ?? - Jokowi Siap NYAPRES - Pendukung Siap menangkan Jokowi - Relawan Sosial Media Jokowi 2 Periode - 2 Periode Jokowi Tidak Ada Lawan - Calon Terbaik Indonesia Cuman Jokowi - Pilihan Tepat Hanya Jokowi !! - 2019 Jangan Lupa Coblos Jokowi - Siapapun Pasangan Jokowi Tetap Pilih Beliau !!

INGAT - JOKOWI PRESIDEN RAKYAT INDONESIA


Supported BY SUARASOSMED.COM !! Kunjungi Suarasosmed Untuk Update Informasi Terkini
http://ift.tt/2CmGTYh
Advertisement
 

Start typing and press Enter to search