Senin, 07 Agustus 2017

TERCYDUK, SRI Rahayu Ningsih Dapat Surat Terbuka Dari Pendukungnya

RUMAHINJECT.COM - Sri Rahayu Ningsih, (32) ditangkap Satgas Siber Bareskrim Polri setelah diduga menyebarkan ujaran kebencian melalui laman Facebook.





Sri Rahayu diduga telah mendistribusikan puluhan foto-foto dan tulisan melakui akun FB miliknya yakni Sri Rahayu Ningsih (Ny Sasmita).

Sri Rahayu menyebarkan konten berbau SARA terhadap suku Sulawesi dan ras Cina.

Dia juga melakukan penghinaan terhadap presiden dan berbagai partai, Ormas dan kelompok.

Akibat perbuatannya Sri ditangkap oleh Satgas Patroli Siber di Desa Cipendawa, Cianjur, pukul 01.00 WIB dini hari, Sabtu, 5 Agustus 2017.

"Kami akan terus memonitor intensif perkembangan dunia sosmed dan tidak segan untuk menegakkan hukum bagi para pelaku hatespeech dan hoax. Sejauh ini Satgas Siber Bareskrim telah menangkap sebanyak 12 tersangka dalam 2 bulan ini," ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Fadil Imran.

Sri Rahayu sendiri tercatat sebagai warga Karta Sari RT 03/RW 01 Tulang Bawang Udik, Lampung.

Dalam penangkapan tersebut, polisi juga menyita 4 buah handphone, 1 buah flashdisk, 3 buah sim card, 1 buah buku berisi email dan password tersangka,1 jaket, 2 kemeja dan 1 buah kaos sesuai foto di Facebook.

Sebelum dilakukan penangkapan telah dilakukan pemeriksaan Ahli Bahasa bahwa konten dalam postingan merupakan larangan dalam UUTE sebagaimana Pasal 45 ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan atau Pasal 16 Jo Pasal 4 (b)1 UU No 40 Tahun 2006 tentang Penghapusan diskriminasi ras dan etnis. (*)
SURAT DARI CUT MEUTIA
Ibu Sri hanya seorang perempuan Indonesia yang merasakan susahnya hidup, hanya seorang rakyat kecil yg merasakan ketidak adilan di negerinya sendiri, dia hanya bersuara di sosial media, dia bersuara mengungkapkan kekecewaan kepada pemimpinnya, mungkin bahasanya kurang bagus dikuping penguasa, mungkin disebabkan karena tingkat pendidikan yg tak mampu merangkai kata bak seorang penjilat.
Sabar bu..para tim advokat akan membela ibu.
Siapapun ibu, ibu adalah saudara sebangsa kami, kita hanya rakyat kecil, maka sudah menjadi kewajiban sesama utuk saling menolong. ibu dibully oleh mereka dg menggunakan kata2 kasar, caci maki dan penghinaan, yakinlah.. apapun yg mereka lakukan thdp ibu akan berbalik kepada diri mereka dan keluarga mereka.
Saya tergerak memposting soal ibu karena selama seharian ini saya monitor group2 mereka, miris rasanya mereka menghina ibu. Saya tidak kenal ibu, Saya hanya merasakan bagaimana seorang perempuan harus menjalani situasi seperti ibu. Kita Perempuan Indonesia, nenek moyang kita terkenal tangguh bu, sabar, tawakal ya bu..
Sekali lagi, Sabar ya bu.. jangan berkecil hati, ibu ditahan bukan karena tindakan kriminal yg merugikan banyak orang, ibu tdk maling uang negara, ibu tidak jual aset negara, ibu bukan pengedar narkoba, ibu tdk membacok orang, ibu tdk menyiran air keras ke muka orang, kita sama-sama merasakan susahnya hidup di rezim ini.
Tuhan tidak tidur, rezim akan segera berganti.. Aamiin.

sumber Berita : http://ift.tt/2hBKHzF
Judul Asli :